• All
  • Seni Budaya
  • Gosip
  • Hukum dan Kriminal

Tampilkan postingan dengan label Gosip. Tampilkan semua postingan

gravatar

Natassa Ingin Jadi Menteri Pariwisata


Puteri Indonesia Pariwisata 2011, Andi Tenri Hanum Utari Natassa ternyata memiliki obsesi untuk menjadi seorang Menteri Pariwisata. Hal itu diucapkannya saat acara meet and great dalam rangkaian acara hari Jadi Kota Magelang ke 1106 di Toko Emas Mustika Gold Magelang, Sabtu (14/4).

Perempuan kelahiran Makassar 11 Agustus 1992 yang memiliki hoby basket, thai boxing, dan hiking yang juga menyabet gelar Puteri Indonesia berbakat, terfavorit dari Yayasan Puteri Indonesia ini, mengaku sudah menjadi cita-citanya untuk menjadi Puteri Indonesia.

"Menjadi Puteri Indonesia adalah mimpi saya sejak kecil. Dahulu kalau saya menonton televisi yang ada acara Puteri Indonesia selalu bilang sama mama, kalau suatu ketika ingin sekali seperti itu," katanya.

Setelah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, lanjut perempuan cantik yang mengaku sudah punya pacar ini, dan ternyata masuk daftar yang maju ke tingkat nasional mewakili Makasar kemudian berhasil, maka Natassa bersungguh-sungguh akan memperjuangkan dunia pariwisata di Indonesia.

Menurutnya, dunia pariwisata di Indonesia saat ini sudah mulai ada perkembangan. Terlihat dari berbagai daerah sudah menggelontorkan promosi seperti program Visit. "Ini langkah yang baik, tapi itu semua harus didukung kerjasama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat," tegasnya.

Tentunya, lanjut mahasiswa semester IV sebuah perguruan tinggi di Indonesia ini, sebuah obyek pariwisata harus didukung infrastruktur yang bagus agar wisatawan baik dari nusantara maupun mancanegara merasa nyaman.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya potensi pariwisata di Indonesia sungguh sangat luar biasa. Masyarakat internasional tahunya hanya Bali, Raja Ampat, dan Borobudur, namun di daerah-daerah terpencil sebenarnya banyak menyimpan eksotisme budaya dan alam yang luar biasa.

Maka, semenjak ia dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2011, Natassa juga menuliskan pengalamannya dari berbagai daerah melalui blog pribadinya.

"Saya ingin sekali dunia tahu bahwa Indonesia punya berlian pariwisata. Selain itu juga ingin berkampanye pada masyarakat Indonesia sendiri untuk mencintai pariwisata dalam negeri," katanya.

Natassa juga mengaku, kedatangannya di Magelang cukup surprise karena disambut dengan terbuka dan gembira oleh masyarakat Kota Gethuk ini. "Uniknya orang Magelang, kalau kita senyum pasti dibalas dengan senyum. Berbeda dengan daerah lain. Itu wajar karena mungkin kulturnya demikian," ujarnya.

Ia juga sempat menikmati sejumlah makanan atau kuliner khas Magelangan, seperti Getuk, Kupat Tahu, dan Wedang Wuwuh. "Kalau makan gethuk, saya selalu ingat mama. Karena waktu kecil mama sering ngajak saya ke Yogya dan mampir di Magelang. Kalau di Magelang selalu membawa gethuk. Terus uniknya lagi minuman wedang wuwuh, pertama saya melihatnya saja ngeri tapi ternyata setelah diminum rasanya enak dan bisa menghangatkan badan," katanya.

Pada 24 Mei 2012 mendatang, Natasa juga akan berangkat ke Korea mewakili Indonesia dalam ajang Miss Asia Pasific. "Di sana nanti saya juga ingin mempromosikan pariwisata di Indonesia termasuk di Magelang ini," imbuhnya. (had)
Baca Selanjutnya
gravatar

Tosi Terpaksa Dua Hari Tidak Mandi

TEMANGGUNG, TRIBUN - Sebanyak 12 desa atau kelurahan di wilayah Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung mengalami krisis air bersih sejak Kamis (15/3) lalu hingga Jumat (16/3). Kondisi ini membuat warga kesulitan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Seorang warga, Tosiani (27) yang tinggal di Kelurahan Manding, mengaku sudah dua hari tidak mandi dan tidak dapat mencuci pakainnya. Bahkan, ia terpaksa mandi di kecamatan lain di tempat temannya.

“Saya sudah dua hari ini tidak mandi. Biasanya memang sering mati tiap pagi, tapi tidak separah ini,” katanya, Jumat (16/3).

Hal serupa dialami oleh Ari (28), seorang warga yang tinggal tidak jauh dari Tosi, ia terpaksa tidak memasak selama dua hari karena tidak ada air bersih.

"Matinya air ini secara mendadak, tidak ada pemberitahuan dulu sehingga tidak ada persiapan menampung air. Jadi kami sekeluarga tidak mandi dan memasak selama dua hari,” tuturnya.

Menurut Kasi Pelayanan Pelanggan PDAM Tirto Agung Temanggung, Basrowi menuturkan, tidak mengalirnya air ini disebabkan sedang ada pemotongan pipa di sumber air PDAM Desa Campursari, Kecamatan Bulu.

Sehingga, katanya, ada yang terdampak langsung dari sumber air sehingga mati total. Serta ada pula yang aliran airnya tidak maksimal karena daerah-daerah itu masih dialiri air dari sumber lain.

Ia menyebut, wilayah yang aliran airnya mati total adalah Kelurahan Kebonsari, Kelurahan Jurang, Kelurahan Manding, Kelurahan Tlogorejo, Desa Joho, Kelurahan Temanggung Satu, dan Desa Tegowanu. Sedangkan daerah yang aliran airnya tidak maksimal yaitu Kelurahan Temanggung Dua, Kelurahan Mungseng, Kelurahan Giyanti, Kowangan, dan Kelurahan Kertosari.

“Sebelum kami lakukan pemotongan pipa, sudah kami prediksi akan mati aliran airnya. Tapi sebelumnya sudah kami sosialisasikan lewat radio RSPD, Ova Radio, dan RPK Parakan,” kata Basrowi.

Basowi mengatakan, pekerjaan lapangan pemotongan pipa untuk pemeliharaan jaringan itu sedianya ditarget satu hari selesai. Namun ternyata ada beberapa bagian yang perlu disempurnakan terkait pipa induk.

Sehingga, pekerjaan molor dan membuat aliran air mati selama dua hari. Hal ini membuat masyarakat se Kota Temanggung mengalami krisis air bersih.(had)
Baca Selanjutnya
gravatar

Clift Sangra: Jupe Jangan Mengaku Titisan Suzana



 
MAGELANG, TRIBUN – Clift Sangra, mantan suami bintang film horor Indonesia, Suzana, mengaku kaget setelah mendapatkan informasi dari teman-temannya serta relasinya dari industri film di Jakarta bahwa terdapat poster film terbaru Julia Perez (Jupe) yang di bawah gambar Jupe tertulis Titisan Suzana. Tiga poster besar tersebut berada di daerah Kalibata, Senen, dan Cinere.

“Saya kaget mendapatkan informasi itu. Belum apa-apa kok sudah berani nyebut titisan. Lagipula tidak ada pemberitahuan pada saya. Seharusnya dia minta ijin dahulu pada saya,” katanya, Senin (2/1) saat ditemui di rumahnya di Jalan Kebondalem 2 Nomor 1, Potrobangsan, Kota Magelang.

Ia mengatakan, sebelumnya ia telah mengajukan sembilan syarat ritual pada Jupe bahwa apabila ingin menjadi titisan, harus mampu menempuh syarat-syarat tersebut secara sempurna. Sembilan syarat itu akan ditunjukkan kemudian hari setelah Jupe terlihat serius ingin menjalankan ritual ini.

“Kalau sembilan syarat yang sudah diajukan ke pihak Jupe satu saja belum dilakukan, kok sekarang sudah berani-beraninya menyebut titisan,” tegas Clift dengan nada tinggi.

Lawan main Suzana dalam film Ratu Pantai Selatan dan mengaku pernah ditemui oleh Nyai Roro Kidul di salah satu tempat di pantai Parangtritis Yogyakarta ini, hawatir apabila masyarakat menganggapnya telah mengobral  istilah titisan dengan mudah hanya untuk kepentingan komersil.

“Saya ingin gambar yang terdapat tulisan titisan suzana itu diturunkan. Dan saya akan memberikan ijin apabila dia benar-benar serius mengikuti sembilan syarat ritual itu. Apabila itu tidak dilakukan, maka kami tidak terima apabila Jupe memakai istilah Titisan Suzana,” cetusnya.

Clift juga mengancam, apabila pihak Jupe beserta Shankar selaku Produser Multi Vision tidak merespon sikapnya, maka ia akan mengirimkan surat penuntutan pada pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan ini.

Ia mengaku geram dan menagih janji yang dilontarkan oleh Shangkar dan Jupe seusai mengunjungi makam Suzana di komplek Makam Giriloyo Kota Magelang beberapa waktu lalu. Saat itu, kata Clift, mereka berjanji akan menyelesaikan ritual yang diberikan setelah urusan dengan pemain sepak bola Gaston Castano selesai.

“Saya ingin dia membutikan janji itu. Jangan hanya omong kosong untuk kepentingan film saja,” tegasnya.
Secara pribadi, Clift mengaku ragu dengan kepribadian Jupe. Ia menilai, Jupe adalah orang yang tidak terbiasa dengan godaan-godaan dan tirakat. Padahal untuk menempuh seluruh persyaratan tersebut tidaklah mudah.

Meskipun Jupe dapat melewati sembilan syarat ritual itu, katanya, bukan berarti secara otomatis Jupe telah menjadi titisan Suzana. Karena, kepribadian dan perilaku sehari-hari juga harus menyesuaikan.

Memang, lanjutnya, dahulu saat Suzana syuting terakhir dalam film Hantu Ambulance pernah berpesan bahwa ia ingin mencari titisannya atau setidaknya ada penggantinya. “Bahkan saat itu Julia Estella melalui seseorang pernah mengajukan tapi ditolak. Karena melihat sosok dan kepribadiannya yang kurang tepat,” ungkapnya.

Clift menambahkan, untuk mencapai tahap itu, semuanya butuh proses. Suzana sendiri juga tidak muncul begitu saja menjadi ratu horor. Ada tahapan-tahapan yang sangat panjang dan tidak semua orang bisa melakukannya.(had)
Baca Selanjutnya